Fenomena istri curhat di media sosial nampaknya sedang menjadi trend di kalangan ibu-ibu muda. Dari curhat persoalan hubungan rumah tangga, sampai saling sindir penampilan teman, menjadi pemandangan yang sering kitai jumpai di linimasa dunia maya.
Trend istri curhat di medsos (youtube.com)
Namun sebenarnya seberapa penting sih seorang istri curhat di media sosial? Lalu apakah hal tersebut memang perlu dilakukan seorang istri jika rumah tangganya sedang menghadapi persoalan? Jika kita mau berfikir ulang, curhat di media sosial sebenarnya tidak perlu dilakukan loh, mau tahu alasannya?
1. Tanpa disadari kamu membuka aib rumah tanggamu sendiri
Banyak video-video viral di media sosial yang berisikan curhatan seorang istri dengan persoalan rumah tangganya. Dari yang curhat persoalan suami lebih mementingkan hobi, suami yang terlalu sibuk kerja, video melabrak pelakor, sampai video curhat seorang istri yang tidak pernah diajak jalan-jalan suaminya.
Mungkin terdengarnya sepele, namun tanpa disadari hal demikian merupakan perbuatan menyebarkan aib rumah tanggamu sendiri. Persoalan kelakuan buruk suami, hubungan rumah tangga yang kurang harmonis, sampai suami yang tergoda dengan wanita lain merupakan aib rumah tanggamu.
Sedangkan aib sendiri, lumrahnya harus ditutup-tutupi dan diselesaikan tanpa membawa-bawa orang lain yang tidak berkepentingan. Tapi saat seorang istri melakukan curhat ke media sosial tentang perilaku buruk suami? Bukankan istri yang baik ialah dia yang bisa menjaga nama baik, aib, dan kehormatan suami?
Mungkin ada yang beranggapan jika kita curhat persoalan di media sosial, maka akan banyak yang simpati. Tapi nyatanya tidak sedikit juga yang lebih senang kamu terlihat menderita di media sosial. Jadi, gak perlu deh curhat-curhat persoalan pribadimu di medsos. Sebab kadang ada orang yang sedih melihat kita bahagia, dan bahagia saat melihat kita sedih.
3. Hal tersebut mencerminkan jika kamu seorang yang kesepian dan butuh perhatian
Jika saja kamu bukan orang yang sedang kesepian, tentu kamu akan curhat dengan sahabatmu atau orang terdekatmu. Bukan curhat di media sosial. Inilah kebanyakan orang berfikiran saat melihat postingan curhatan di media sosial.
Memang ada benarnya juga, curhat di media sosial hanya sedikit yang bermaksud mencari solusi. Lainnya hanya mencari perhatian, dan sensasi. Masih mau curhat di medsos jika konsekuensinya kamu dianggap hanya caper dan cuma cari sensasi?
4. Membuka peluang pihak ketiga menganggu rumah tanggamu
Ini mungkin efek kelanjutan dari point ketiga tadi. Saat seorang istri curhat di media sosial tentang kondisi suami atau rumah tangganya, ia sebenarnya sedang memberitahukan orang lain jika rumah tangganya sedang bermasalah. Disinilah rawan pihak-pihak lain untuk menggoda hubungan rumah tangganya.
Sebab orang lain tahu, curhatan di media sosial merupakan bentuk ekspresi dari rasa kesepian seorang istri. Jika sudah seperti ini, datang orang lain untuk sekedar komentar menghibur, lalu saling kirim pesan, hingga akhirnya terjadi perselingkuhan.
Jadi untuk menjaga hubungan rumah tanggamu, kurang-kurangin deh curhat persoalan rumah tanggamu di dunia maya. Bukannya mengantisipasi lebih baik dari mengobati?
5. Bisa memperburuk kondisi persoalan
Sekali lagi, hanya sedikit curhatan di media sosial yang berhasil mendapatkan solusi. Selebihnya hanya akan menambah sebuah persoalan-persoalan baru. Curhat di media sosial bukanlah cara terbaik untuk memecahkan persoalan, sebab cara yang terbaik sebenarnya ialah melalui komunikasi langsung yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan.
Jika hanya curhat di media sosial tanpa melakukan obrolan dengan orang yang bersangkutan, artinya seorang istri tersebut hendak memperlebar persoalan. Sebab secara tidak langsung dia sudah mengajak orang lain untuk mengurusi persoalan yang menimpa rumah tangganya.
Itulah 5 alasan kenapa sebaiknya seorang istri tidak perlu curhat di media sosial. Jika sedang ada masalah, komunikasikan dengan orang yang bersangkutan secara langsung akan lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan.
Trend istri curhat di medsos (youtube.com)
Namun sebenarnya seberapa penting sih seorang istri curhat di media sosial? Lalu apakah hal tersebut memang perlu dilakukan seorang istri jika rumah tangganya sedang menghadapi persoalan? Jika kita mau berfikir ulang, curhat di media sosial sebenarnya tidak perlu dilakukan loh, mau tahu alasannya?
1. Tanpa disadari kamu membuka aib rumah tanggamu sendiri
Banyak video-video viral di media sosial yang berisikan curhatan seorang istri dengan persoalan rumah tangganya. Dari yang curhat persoalan suami lebih mementingkan hobi, suami yang terlalu sibuk kerja, video melabrak pelakor, sampai video curhat seorang istri yang tidak pernah diajak jalan-jalan suaminya.
Mungkin terdengarnya sepele, namun tanpa disadari hal demikian merupakan perbuatan menyebarkan aib rumah tanggamu sendiri. Persoalan kelakuan buruk suami, hubungan rumah tangga yang kurang harmonis, sampai suami yang tergoda dengan wanita lain merupakan aib rumah tanggamu.
Sedangkan aib sendiri, lumrahnya harus ditutup-tutupi dan diselesaikan tanpa membawa-bawa orang lain yang tidak berkepentingan. Tapi saat seorang istri melakukan curhat ke media sosial tentang perilaku buruk suami? Bukankan istri yang baik ialah dia yang bisa menjaga nama baik, aib, dan kehormatan suami?
Mungkin ada yang beranggapan jika kita curhat persoalan di media sosial, maka akan banyak yang simpati. Tapi nyatanya tidak sedikit juga yang lebih senang kamu terlihat menderita di media sosial. Jadi, gak perlu deh curhat-curhat persoalan pribadimu di medsos. Sebab kadang ada orang yang sedih melihat kita bahagia, dan bahagia saat melihat kita sedih.
3. Hal tersebut mencerminkan jika kamu seorang yang kesepian dan butuh perhatian
Jika saja kamu bukan orang yang sedang kesepian, tentu kamu akan curhat dengan sahabatmu atau orang terdekatmu. Bukan curhat di media sosial. Inilah kebanyakan orang berfikiran saat melihat postingan curhatan di media sosial.
Memang ada benarnya juga, curhat di media sosial hanya sedikit yang bermaksud mencari solusi. Lainnya hanya mencari perhatian, dan sensasi. Masih mau curhat di medsos jika konsekuensinya kamu dianggap hanya caper dan cuma cari sensasi?
4. Membuka peluang pihak ketiga menganggu rumah tanggamu
Ini mungkin efek kelanjutan dari point ketiga tadi. Saat seorang istri curhat di media sosial tentang kondisi suami atau rumah tangganya, ia sebenarnya sedang memberitahukan orang lain jika rumah tangganya sedang bermasalah. Disinilah rawan pihak-pihak lain untuk menggoda hubungan rumah tangganya.
Sebab orang lain tahu, curhatan di media sosial merupakan bentuk ekspresi dari rasa kesepian seorang istri. Jika sudah seperti ini, datang orang lain untuk sekedar komentar menghibur, lalu saling kirim pesan, hingga akhirnya terjadi perselingkuhan.
Jadi untuk menjaga hubungan rumah tanggamu, kurang-kurangin deh curhat persoalan rumah tanggamu di dunia maya. Bukannya mengantisipasi lebih baik dari mengobati?
5. Bisa memperburuk kondisi persoalan
Sekali lagi, hanya sedikit curhatan di media sosial yang berhasil mendapatkan solusi. Selebihnya hanya akan menambah sebuah persoalan-persoalan baru. Curhat di media sosial bukanlah cara terbaik untuk memecahkan persoalan, sebab cara yang terbaik sebenarnya ialah melalui komunikasi langsung yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan.
Jika hanya curhat di media sosial tanpa melakukan obrolan dengan orang yang bersangkutan, artinya seorang istri tersebut hendak memperlebar persoalan. Sebab secara tidak langsung dia sudah mengajak orang lain untuk mengurusi persoalan yang menimpa rumah tangganya.
Itulah 5 alasan kenapa sebaiknya seorang istri tidak perlu curhat di media sosial. Jika sedang ada masalah, komunikasikan dengan orang yang bersangkutan secara langsung akan lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan.

