Latar belakang keluarga pelaku bom bunuh diri di Surabaya mengejutkan publik.
Tak ada yang menyangka keluarga Dita Oepriarto yang ditnggal di kawasan Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya terlibat jaringan teroris.
Melansir dari Kompas, saat rumah pelaku digeledah oleh polisi, warga sekitar kompleks perumahan tersebut kaget.
Lyla, satu di antara warga setempat mengaku keluarga Dita Oepriarto bukanlah pribadi yang tertutup.
“Secara langsung tatap muka sih enggak pernah, tapi kata orang-orang sini mereka sering mengobrol juga dengan para tetangga, jadi bukan pribadi yang tertutup juga,” ujar Lyla.
Penggeledahan ini juga didampingi oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Identitas pelaku bom bunuh diri ini mulai terkuak.
Ketua DPRD Surabaya Armuji yang memiliki bisnis di kawasan tersebut mengungkapkan Dita Oepriarto adalah seorang pengusaha.
“Saya sendiri tahunya Dita ini, dia seorang pengusaha. Itu rumahnya sendiri, dan kalau nggak salah sudah sekitar 12 tahun dia bersama keluarga tinggal di situ,” jelasnya.
Rumah Dita, pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya
Armuji mengaku kurang begitu akrab dengan sosok Dita.
Hanya saja, ia mengetahui dari penuturan warga sekitar, Dita tidak berbeda dengan warga di kompleks rumahnya.
Dita juga tinggal di kompleks perumahan yang termasuk elit.
Ia juga berasal dari golongan berada, pengusaha, dan berpendidikan baik.
Tri Rismaharini ikut kaget dengan kasus bom bunuh diri kali ini, pasalnya sang pelaku berasal dari kalangan menengah ke atas, tidak seperti latar belakang pelaku terorisme lainnya.
Lalu, sebenarnya usaha jenis apa yang dilakoni oleh Dita Oepriarto dan keluarga?
Berdasarkan keterangan tetangga dan unggahan di akun Facebook yang diduga istri Dita, Puji Kuswati, Dita adalah pengusaha berbagai jenis minyak atau sari tanaman.
Dita dan keluarganya memiliki usaha minyak jinten hitam, ekstrak temulawak, minyak kemiri, minyak wijen, minyak cengkeh, dan minyak nilam.
Minyak-minyak tersebut dipasarkan Dita melalui media sosial.
Terlihat Bagus, Ini Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Dia Orang Berduit?
Istrinya, Puji kuswati juga sempat mempromosikan minyak tersebut di Facebook.
Dari data di Kartu Keluarga, diketahui Dita adalah lulusan SMA dan lahir di Surabaya pada 23 September 1971.
Sementara Puji kuswati lahir pada 16 Juni 1975.
Dari akun Facebook yang diduga milik Puji, terlihat riwayat pendidikannya.
Puji pernah bersekolah di akademi Keperawatan RSI Surabaya.
Ia juga pernah mengenyam pendidikan di SMAN 2 Magetan.
Namun, belum diketahui apakah Puji masih bekerja sebagai perawat sampai saat ini.
Berdasarkan penuturan Armuji, Dita juga termasuk orang yang sering salat berjamaah dan ikut pengajian yang ada di kampung.
Puji juga sehari-harinya tak bercadar.
Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Bukan Orang Sembarangan,Pelaku Bom di 3 Gereja Punya Rumah Mewah,Terkuak Ini Pekerjaannya!, http://sumsel.tribunnews.com/2018/05/14/bukan-orang-sembaranganpelaku-bom-di-3-gereja-punya-rumah-mewahterkuak-ini-pekerjaannya?page=all.
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Tak ada yang menyangka keluarga Dita Oepriarto yang ditnggal di kawasan Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya terlibat jaringan teroris.
Melansir dari Kompas, saat rumah pelaku digeledah oleh polisi, warga sekitar kompleks perumahan tersebut kaget.
Lyla, satu di antara warga setempat mengaku keluarga Dita Oepriarto bukanlah pribadi yang tertutup.
“Secara langsung tatap muka sih enggak pernah, tapi kata orang-orang sini mereka sering mengobrol juga dengan para tetangga, jadi bukan pribadi yang tertutup juga,” ujar Lyla.
Penggeledahan ini juga didampingi oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Identitas pelaku bom bunuh diri ini mulai terkuak.
Ketua DPRD Surabaya Armuji yang memiliki bisnis di kawasan tersebut mengungkapkan Dita Oepriarto adalah seorang pengusaha.
“Saya sendiri tahunya Dita ini, dia seorang pengusaha. Itu rumahnya sendiri, dan kalau nggak salah sudah sekitar 12 tahun dia bersama keluarga tinggal di situ,” jelasnya.
Rumah Dita, pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya
Armuji mengaku kurang begitu akrab dengan sosok Dita.
Hanya saja, ia mengetahui dari penuturan warga sekitar, Dita tidak berbeda dengan warga di kompleks rumahnya.
Dita juga tinggal di kompleks perumahan yang termasuk elit.
Ia juga berasal dari golongan berada, pengusaha, dan berpendidikan baik.
Tri Rismaharini ikut kaget dengan kasus bom bunuh diri kali ini, pasalnya sang pelaku berasal dari kalangan menengah ke atas, tidak seperti latar belakang pelaku terorisme lainnya.
Lalu, sebenarnya usaha jenis apa yang dilakoni oleh Dita Oepriarto dan keluarga?
Berdasarkan keterangan tetangga dan unggahan di akun Facebook yang diduga istri Dita, Puji Kuswati, Dita adalah pengusaha berbagai jenis minyak atau sari tanaman.
Dita dan keluarganya memiliki usaha minyak jinten hitam, ekstrak temulawak, minyak kemiri, minyak wijen, minyak cengkeh, dan minyak nilam.
Minyak-minyak tersebut dipasarkan Dita melalui media sosial.
Terlihat Bagus, Ini Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya, Dia Orang Berduit?
Istrinya, Puji kuswati juga sempat mempromosikan minyak tersebut di Facebook.
Dari data di Kartu Keluarga, diketahui Dita adalah lulusan SMA dan lahir di Surabaya pada 23 September 1971.
Sementara Puji kuswati lahir pada 16 Juni 1975.
Dari akun Facebook yang diduga milik Puji, terlihat riwayat pendidikannya.
Puji pernah bersekolah di akademi Keperawatan RSI Surabaya.
Ia juga pernah mengenyam pendidikan di SMAN 2 Magetan.
Namun, belum diketahui apakah Puji masih bekerja sebagai perawat sampai saat ini.
Berdasarkan penuturan Armuji, Dita juga termasuk orang yang sering salat berjamaah dan ikut pengajian yang ada di kampung.
Puji juga sehari-harinya tak bercadar.
Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Bukan Orang Sembarangan,Pelaku Bom di 3 Gereja Punya Rumah Mewah,Terkuak Ini Pekerjaannya!, http://sumsel.tribunnews.com/2018/05/14/bukan-orang-sembaranganpelaku-bom-di-3-gereja-punya-rumah-mewahterkuak-ini-pekerjaannya?page=all.
Editor: Mochamad Krisnariansyah

